Prestasi kembali ditorehkan oleh siswa MA KHAS Kempek di ajang Musabaqah Qiraatul Kutub Nasional (MQKN), sebuah kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning secara mendalam. Ajang ini menjadi salah satu tolak ukur kualitas pendidikan keagamaan di pesantren dan madrasah seluruh Indonesia.
Tahun ini, Fahadz Sulaiman, siswa kelas XI-6 MA KHAS Kempek, berhasil meraih Juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Keberhasilan ini bukan datang secara instan, melainkan melalui proses panjang dan penuh tantangan. Dimulai dari seleksi tingkat kabupaten, para peserta harus menghadapi ujian Computer Based Test (CBT) yang menguji pemahaman materi keislaman berbasis kitab kuning. Dari ratusan peserta di tingkat kabupaten, hanya segelintir yang berhak melaju ke tingkat provinsi—dan Fahadz adalah salah satunya.
Seleksi tingkat provinsi sendiri diadakan pada Kamis, 07 Agustus 2025, dengan persaingan yang semakin ketat. Peserta berasal dari berbagai madrasah dan pesantren terbaik di Jawa Barat, membawa kemampuan dan pengalaman yang luar biasa. Dalam kondisi tersebut, Fahadz tetap mampu menampilkan performa terbaiknya. Dengan ketekunan, ketelitian, dan penguasaan materi yang solid, ia berhasil menyabet posisi Juara 2. Walaupun tahun ini belum berhasil melangkah ke tingkat nasional—karena hanya juara pertama yang berhak melanjutkan—pencapaian Fahadz menjadi bukti kualitas pembinaan dan potensi besar siswa MA KHAS Kempek.
Tidak hanya Fahadz yang mencuri perhatian. Dua siswa lainnya juga mengukir prestasi di ajang ini. Naila Kamilah, siswi kelas XII-B5, dan Ismaul Fandila, siswa kelas X-7, berhasil menembus 10 besar MQKN tingkat kabupaten. Prestasi ini patut diapresiasi mengingat ketatnya persaingan di tingkat kabupaten. Meski belum lolos ke tingkat provinsi karena hanya diambil tiga besar, pencapaian mereka membuktikan bahwa semangat belajar dan daya saing siswa MA KHAS Kempek berada di jalur yang tepat.
Keterlibatan ketiga siswa ini di MQKN menjadi representasi semangat dan budaya akademik di MA KHAS Kempek. Tidak hanya mengandalkan kemampuan hafalan, kompetisi ini menuntut penguasaan metode kajian kitab, kemampuan analisis, dan ketangkasan menjawab pertanyaan yang kompleks. Persiapan yang mereka lakukan pun intensif—mulai dari pendalaman materi, simulasi tes, hingga latihan menjawab soal dengan waktu terbatas.
Prestasi ini memperkuat posisi MA KHAS Kempek sebagai madrasah yang konsisten melahirkan generasi berprestasi. Dengan perpaduan pendidikan agama yang mendalam, metode pembelajaran yang inovatif, dan dukungan penuh dari para guru, siswa-siswa MA KHAS mampu bersaing tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di level provinsi, bahkan nasional.
Ke depan, MA KHAS Kempek akan terus mendorong siswanya untuk mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun keagamaan. Harapannya, prestasi seperti yang diraih Fahadz, Naila, dan Ismaul dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam bersaing di ajang yang lebih tinggi.
Selamat kepada Fahadz Sulaiman, Naila Kamilah, dan Ismaul Fandila! Teruslah menjadi kebanggaan MA KHAS Kempek dan buktikan bahwa generasi muda pesantren mampu berkontribusi positif di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.




