Cirebon, 16 Agustus 2026 — MA KHAS Kempek melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2026/2027 pada Ahad, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi organisasi siswa sekaligus momentum transisi kepemimpinan dari pengurus OSIS masa bakti 2025/2026 kepada kepengurusan baru.
Serah terima jabatan tidak semata-mata menandai pergantian struktur kepengurusan, tetapi juga merepresentasikan keberlanjutan proses kaderisasi dan pendidikan kepemimpinan di lingkungan madrasah. Melalui mekanisme tersebut, pengalaman, tanggung jawab, serta nilai-nilai organisasi yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Dalam momentum tersebut, pengurus OSIS masa bakti 2026/2027 secara resmi menerima amanah kepengurusan yang ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Madrasah, serah terima jabatan, pembacaan ikrar, serta penyematan pin sebagai simbol tanggung jawab dan identitas kepengurusan.
Sementara itu, pengurus OSIS masa bakti 2025/2026 memperoleh apresiasi atas kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan amanah organisasi. Penyerahan penghargaan dan kenang-kenangan menjadi bentuk apresiasi atas gagasan, waktu, tenaga, serta pengalaman yang telah mereka kontribusikan dalam mendukung berbagai aktivitas dan pengembangan MA KHAS Kempek.
Dalam sambutannya, KH. Ahmad Zaeni Dahlan, Lc., M.Phil., M.Si., selaku Kepala MA KHAS Kempek, menekankan bahwa berakhirnya sebuah amanah bukan berarti berakhirnya proses pengabdian. Pengalaman selama menjadi pengurus OSIS hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan yang akan terus dibawa dalam kehidupan berikutnya.
Beliau juga mengingatkan kepengurusan baru agar tidak berhenti pada perencanaan program, tetapi mampu menerjemahkan gagasan ke dalam kerja organisasi yang konkret. Setiap program perlu dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh siswa sehingga OSIS tidak hanya menjadi struktur administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai ruang partisipasi dan pengembangan potensi siswa.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan kepemimpinan siswa dalam kerangka yang lebih substantif: kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan kemampuan mengelola amanah, menggerakkan orang lain, mengambil tanggung jawab, dan mengorientasikan setiap ikhtiar pada tujuan yang lebih besar. Dalam perspektif pendidikan, pengalaman berorganisasi menjadi laboratorium sosial bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, mengelola waktu, menyelesaikan persoalan, serta mempertanggungjawabkan pilihan yang diambil.
Kepada pengurus baru, Kepala Madrasah juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan ketawakalan. Setiap agenda organisasi harus dirancang dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT. Orientasi tersebut diharapkan membentuk karakter kepemimpinan yang tidak hanya produktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki landasan spiritual.
Regenerasi OSIS di MA KHAS Kempek juga ditempatkan dalam konteks pendidikan karakter yang lebih luas. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, kemampuan menghargai waktu, tanggung jawab, dan pengalaman sosial yang bermakna selama menempuh pendidikan di madrasah.
Dengan demikian, Sertijab OSIS Masa Bakti 2026/2027 menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian pengurus. Momentum ini menegaskan keberlanjutan ekosistem kaderisasi kepemimpinan siswa di MA KHAS Kempek—bahwa setiap periode kepengurusan merupakan bagian dari proses pendidikan yang saling terhubung: pengurus lama mewariskan pengalaman, pengurus baru melanjutkan amanah, dan madrasah menyediakan ruang bagi siswa untuk belajar memimpin melalui pengalaman nyata.
Melalui kepengurusan baru tersebut, MA KHAS Kempek berharap OSIS dapat terus berkembang sebagai wadah partisipasi siswa yang mampu menerjemahkan aspirasi menjadi program, mengembangkan potensi menjadi karya, serta menjadikan pengalaman berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.
Galeri







































