Cirebon, 9 Agustus 2026 – Setelah menyelenggarakan debat kandidat OSIS putri sehari sebelumnya, MA KHAS Kempek melanjutkan tahapan demokrasi siswa melalui Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Putra Masa Bakti 2026/2027, Ahad (9/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Berbasis Elektronik melalui SIMAK KHAS.
Debat kandidat putra diselenggarakan secara terpisah dari kandidat putri sebagai bagian dari tata kelola pelaksanaan kegiatan kesiswaan di MA KHAS Kempek. Forum ini menjadi ruang bagi tiga pasangan calon untuk menyampaikan gagasan sekaligus menunjukkan kapasitas kepemimpinan mereka di hadapan warga madrasah.
Sebelumnya, masing-masing pasangan calon telah melaksanakan kampanye dan menyampaikan visi-misi kepada peserta didik kelas X, XI, dan XII sejak Selasa (4/8/2026). Tahapan debat kemudian menjadi momentum untuk membawa gagasan tersebut ke dalam ruang dialog yang lebih terbuka, kritis, dan argumentatif.
Tiga pasangan calon yang mengikuti kontestasi Ketua dan Wakil Ketua OSIS Putra adalah Paslon 01 Al Firrizky Maulidan–Muhammad Sufyan Staury, Paslon 02 Ilham Maolana–Wahyu Ramdhani, serta Paslon 03 Imtiaz Ahmad–Ahmad Fathurrohman Hasani.
Masing-masing pasangan hadir dengan orientasi kepemimpinan yang berbeda. Paslon 01 mengusung semangat “Sipaksi”—Serap Aspirasi, Pahami Kebersihan, Aksi Kerja Nyata—dengan penekanan pada penguatan ruang aspirasi siswa, pembentukan karakter, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan madrasah.
Sementara itu, Paslon 02 membawa gagasan “Nyalakan Potensi, Matikan Gengsi” dengan fokus pada pengembangan potensi akademik dan nonakademik, penguatan semangat belajar dan berorganisasi, serta penyediaan ruang aspirasi yang dapat menjembatani siswa dengan berbagai unsur madrasah.
Adapun Paslon 03 mengusung visi “Satukan Keyakinan, Wujudkan Impian”. Gagasan yang ditawarkan diarahkan pada pembentukan peserta didik yang berkepribadian baik, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial. Program yang ditawarkan juga menempatkan kolaborasi dengan MPK dan Tim Adiwiyata sebagai salah satu strategi pengembangan kreativitas dan potensi siswa.
Perbedaan visi tersebut kemudian diuji melalui sesi pendalaman gagasan dan pertanyaan panelis. Para kandidat dihadapkan pada sejumlah persoalan yang menuntut kemampuan mereka menerjemahkan visi dan misi ke dalam langkah kerja yang realistis. Jawaban yang diberikan menjadi bagian penting bagi audiens untuk menilai sejauh mana setiap pasangan memahami persoalan organisasi dan kesiapan mereka dalam mengelola OSIS.
Dinamika forum semakin berkembang ketika para kandidat memasuki sesi pertanyaan antarpasangan calon. Setiap paslon memperoleh kesempatan untuk menguji gagasan pasangan lainnya melalui pertanyaan yang berkaitan dengan program kerja, strategi pelaksanaan, serta kemungkinan tantangan yang akan dihadapi ketika menjalankan amanah organisasi.
Berbeda dengan sekadar penyampaian kampanye, sesi ini memperlihatkan bagaimana masing-masing kandidat merespons perbedaan perspektif secara langsung. Jawaban, tanggapan, dan sanggahan yang muncul menghadirkan dinamika tersendiri dalam forum, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat karakter kepemimpinan setiap kandidat secara lebih objektif.
Antusiasme pendukung juga menjadi bagian dari atmosfer debat. Sorakan dan tepuk tangan beberapa kali terdengar ketika kandidat menyampaikan jawaban maupun ketika terjadi perbedaan argumentasi. Meski demikian, keseluruhan proses tetap berlangsung dalam koridor tata tertib dan menjunjung sportivitas antarpasangan calon.
Setelah sesi antarpaslon, forum dibuka lebih luas melalui pertanyaan dari audiens. Peserta didik maupun guru diberikan kesempatan untuk menguji kesiapan kandidat melalui persoalan-persoalan yang dekat dengan kehidupan organisasi dan keseharian siswa. Isu mengenai aspirasi peserta didik, kebersihan dan kedisiplinan kelas, pengembangan potensi siswa, literasi, komunikasi organisasi, hingga kolaborasi antarlembaga siswa menjadi bagian dari pertanyaan yang mengemuka.
Sesi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan OSIS membutuhkan kemampuan untuk membaca persoalan secara konkret. Para kandidat dituntut tidak hanya mampu menyampaikan program yang menarik, tetapi juga menjelaskan bagaimana program tersebut dapat dijalankan, siapa yang dilibatkan, serta bagaimana keberhasilannya dapat diukur.
Ketiga pasangan calon menunjukkan respons yang beragam dalam menghadapi pertanyaan tersebut. Perbedaan cara pandang dan strategi yang ditawarkan menjadi bahan pertimbangan bagi para pemilih untuk mengenali lebih jauh karakter kepemimpinan dan arah organisasi yang ditawarkan masing-masing pasangan.
Pada penghujung debat, masing-masing pasangan calon menyampaikan pernyataan penutup, komitmen, serta ajakan kepada seluruh peserta didik untuk menggunakan hak pilih secara bijak. Momentum tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi setiap kandidat untuk menegaskan kembali visi kepemimpinan yang mereka tawarkan sebelum memasuki tahapan pemungutan suara.
Pemungutan suara Ketua dan Wakil Ketua OSIS MA KHAS Kempek Masa Bakti 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026 dan dilaksanakan secara elektronik melalui SIMAK KHAS. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah mengintegrasikan praktik demokrasi siswa dengan pemanfaatan teknologi dalam tata kelola organisasi kesiswaan.
Debat kandidat putra ini pada akhirnya tidak hanya mempertemukan tiga pasangan calon dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menghadirkan ruang deliberasi bagi peserta didik untuk melihat, membandingkan, dan menguji gagasan kepemimpinan secara langsung. Di dalamnya terdapat proses menyampaikan argumentasi, menerima kritik, mempertahankan pendapat, serta menghargai perbedaan pandangan.
Melalui rangkaian pemilihan tersebut, MA KHAS Kempek menempatkan organisasi siswa sebagai salah satu ruang pembelajaran kepemimpinan yang nyata. Pemilih tidak hanya diarahkan untuk menentukan siapa yang akan memperoleh suara terbanyak, tetapi juga belajar bahwa pilihan dalam demokrasi idealnya lahir dari pemahaman terhadap gagasan, rekam jejak, program, kapasitas, dan komitmen calon pemimpin.
Dengan demikian, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2026/2027 diharapkan menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Proses ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menumbuhkan keberanian berpendapat, kemampuan berdialog, sikap demokratis, tanggung jawab, dan integritas kepemimpinan di kalangan peserta didik MA KHAS Kempek.
Galeri
























