Cirebon, 26 November 20215 - Delapan siswa MA KHAS Kempek Palimanan yang tergabung dalam satu sangga mengikuti kegiatan Kemah Bakti Harmoni Beragama IV (KBHB) yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat, pada 20 –23 November 2025. Mereka terdiri dari Akrom Fajar Ramadhan (XI-02); Asep Jalaludin (XI-02); Farrel Adrian Gunawan (XI-03); Andika Satya Saputra (XI-05); Muhammad Fahri Baehaqi (XI-05); Ilham Maolana (X-01); Hanief Imtiyazur Rizky (X-02) dan Wahyu Ramdhani (X-05). Mereka didampingi oleh dua orang bindamping yaitu bapak Lukman Hakim, S.Pd dan ibu Neliyana, S.Pd.I sebagai pembina selama kegiatan berlangsung. Mereka tergabung bersama dengan Kontingen Kementerian Agama Kabupaten Cirebon lainnya yang tampil semarak pada kegiatan Kemah Bakti Harmoni Saka Amal Bakti Kemenag Jawa Barat ke-4 tersebut.
“Insyaallah ini adalah kegiatan Kemah Bakti Harmoni Beragama yang diikuti oleh siswa MA Khas Kempek ini akan semakin menambah wawasan tentang kepramukaan terlebih dalam kegiatan Saka Amal Bakti pada khususnya.”ungkap Lukman. Kegiatan akbar ini diikuti oleh sekitar 4.900 anggota Saka Amal Bakti dari seluruh Jawa Barat, yang melibatkan para peserta dari madrasah aliyah, santri muadalah, diniyah formal, hingga siswa SMA lintas agama.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Suasana semakin meriah ketika Menag melepas burung merpati dan menandatangani deklarasi “Pramuka Menanam Pohon”, sebagai komitmen mendukung Asta Protas Kemenag tentang Ekoteologi. Para peserta membawa dua bibit matoa dari masing-masing perwakilan setiap sangganya, sehingga terkumpul sekitar 2.000 bibit pohon, yang ditanam secara simbolis oleh Menag bersama para pejabat terkait.
Turut hadir pula dalam kegiatan ini yaitu Kakanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman, Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar Andrie Kustria Wardana, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, serta perwakilan TNI, Polri, Kwarda Jabar dan kepala Kemenag kabupaten/kota se-Jabar. Kabupaten Cirebon senidiri mengirim peserta dari MAN 1 Cirebon, MAN 2 Cirebon, MAN 3 Cirebon, MAN 4 Cirebon, MAN 5 Cirebon, MAS KHAS Kempek, MAS Gabungan serta santri muadalah, diniyah formal yang terlibat dalam berbagai agenda pelatihan, penguatan keterampilan, hingga kegiatan kebersamaan lintas agama dan budaya. Dalam amanatnya, Menag menegaskan Kemah Bakti Harmoni merupakan sarana membentuk karakter generasi muda agar memahami dan merawat keberagaman. Hal ini sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan Indonesia bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keteguhan sosial dan kedewasaan dalam hidup berbangsa,” ujar Nasaruddin Umar. Ia mengingatkan tantangan era digital seperti hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi dapat mengganggu persatuan jika tidak disikapi bijak.
Menag meminta peserta menjadi teladan harmoni di sekolah, rumah, tempat ibadah hingga ruang digital. “Bangsa ini membutuhkan pemuda yang kuat karakter, teduh sikapnya, dan bijaksana dalam mengambil keputusan,” tegasnya. Harmoni sebagai Fondasi Kebangsaan Menag menyebut pengalaman hidup di alam terbuka, tidur dalam tenda, berbagi tugas dan menghadapi tantangan bersama, akan menumbuhkan persaudaraan yang tulus.
“Perbedaan bukan jarak, tetapi peluang untuk tumbuh lebih dewasa,” katanya. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah anugerah besar yang kaya budaya, bahasa, dan keyakinan. “Di banyak negara perbedaan memicu konflik, tetapi di Indonesia justru menjadi pondasi persatuan,” ujarnya.
Memasuki Sabtu, 22 November 2025, peserta mengikuti rangkaian rotasi kegiatan, meliputi pelatihan kerja sama tim, pengetahuan kepramukaan, pendidikan harmonisasi antaragama, serta berbagai aktivitas lapangan yang dirancang untuk memperkuat karakter dan toleransi. Begitupun dengan para Bindamping (Pembina Pendamping) melakukan kegiatan yang tentunya bermanfaat untuk keberlangsungan selama menjadi Pembina di gugus depannya masing-masing. Dengan penuh kebanggaan, peserta dari Kabupaten Cirebon memperkenalkan makanan khas daerahnya, Kerupuk Melarat, Siwang (Terasi Bawang), Sirup Tjampolay dan Makanan Nasi Lengko, kepada Wakil Menteri Agama RI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, sebagai bagian dari promosi budaya dan Makanan khas sebagai kearifan lokal.
Acara ditutup dengan pembinaan oleh Wakil Menteri Agama RI, yang menekankan persiapan madrasah menghadapi era baru berbasis kecerdasan buatan, algoritma, dan coding, disertai pendalaman ilmu agama yang kuat. “Madrasah harus siap menghadapi peradaban baru, tanpa meninggalkan karakter dan kekayaan ilmu agama,” pesan Wamenag.
Semoga dengan adanya Kemah Bakti Harmoni Beragama IV ini menjadi wadah kolaborasi lintas unsur Pramuka dan pemangku kepentingan keagamaan untuk menanamkan nilai toleransi, solidaritas, dan kebhinekaan kepada para peserta. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan juga para siswa dan para Pembina pendamping terkait membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kontribusi positif di lingkungan sekolah dan masyarakat
Penulis :
Neliyana, S.Pd.I
Galeri





