Berita
9 Oktober 2025
5 min read
4

Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Madrasah Tahun 2024: MA KHAS Kempek Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Literasi

Admin MA KHAS
Dipublikasikan 9 Oktober 2025
Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Madrasah Tahun 2024: MA KHAS Kempek Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Literasi

Cirebon, 29 Oktober 2024 – Madrasah Aliyah (MA) KHAS Kempek Cirebon menggelar rapat Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Kepala Madrasah (PKKM) tahun 2024 dengan menghadirkan dua supervisor: Dra. Hj. Lis Holiah, M.Pd., dan H. Makhmud, S.Ag. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MA KHAS Kempek untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di tengah tantangan pendidikan modern.

Rapat dimulai dengan sambutan dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak Akromi, S.HI., S.Pd.I., yang memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PKG. Menurutnya, sebagian besar perangkat pembelajaran di MA KHAS Kempek telah memenuhi standar, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, terutama dalam aspek *Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan modul ajar. Dari evaluasi yang dilakukan, 86% perangkat Program Tahunan dinilai sudah sesuai, sedangkan Program Semester dan Capaian Pembelajaran (CP) serta Tujuan Pembelajaran (TP) masih memerlukan perbaikan untuk mencapai standar yang diharapkan.

Kepala Madrasah, KH. Ahmad Zeni Dahlan, Lc., M.Phil., M.Si., dalam paparannya, menyoroti sejarah berdirinya MA KHAS sebagai lembaga pendidikan formal yang hadir sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di Cirebon. Di tengah lingkungan pendidikan yang sudah mapan, MA KHAS menjadi pelengkap yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Beliau juga menyampaikan prestasi madrasah dalam hal jumlah penerimaan siswa yang terus meningkat, yang selama tiga tahun terakhir selalu di atas 500 siswa per tahun. MA KHAS Kempek juga melakukan terobosan digital melalui aplikasi SIMAK untuk memudahkan administrasi dan pengelolaan siswa, serta sedang mengembangkan perpustakaan digital yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada buku fisik.

“Semangat pendidikan tidak boleh berubah meski kurikulum berganti. Kami selalu berupaya berinovasi, dan saat ini MA KHAS tengah membangun fasilitas baru seperti lapangan olahraga, jogging track, serta studio podcast untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ujar KH. Ahmad Zeni Dahlan.

 

Apresiasi dan Masukan dari Para Supervisor

H. Makhmud, S.Ag., selaku Supervisor 2, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Kepala Madrasah dan seluruh guru di MA KHAS. Beliau menyoroti inovasi yang dilakukan dalam digitalisasi administrasi serta perkembangan kurikulum yang mengikuti panduan para kiai, suatu pendekatan yang menurutnya berbeda dengan MAN 2 Malang, di mana lembaga pendidikan yang mengikuti arahan kiai.

Sementara itu Dra. Hj. Lis Holiah, M.Pd., Supervisor 1, memberikan sejumlah catatan untuk pengembangan perangkat pembelajaran. Beliau menekankan pentingnya strukturisasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Hj. Lis juga menegaskan bahwa penilaian P5RA lebih difokuskan pada proses, bukan hasil produk, untuk memastikan bahwa tujuan utama yaitu pembentukan akhlak yang baik dapat tercapai.

Dalam aspek asesmen, Hj. Lis menilai soal ujian masih cenderung pada Low Order Thinking Skills (LOTS), sedangkan idealnya pada tingkat SMA, soal harus sudah berorientasi pada *Higher Order Thinking Skills (HOTS). Beliau juga mencatat perlunya penyelarasan kisi-kisi soal dengan CP yang baru.


Peran Program Literasi dalam Mengatasi Kelemahan Siswa

Kelemahan literasi menjadi perhatian utama dalam rapat PKG dan PKKM ini. Dra. Hj. Lis Holiah menyebutkan bahwa kemampuan literasi siswa MA KHAS perlu ditingkatkan, mengingat Cirebon menempati posisi terendah dalam tingkat literasi di Jawa Barat. Beliau mengusulkan agar MA KHAS segera meluncurkan program literasi untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan literasi yang dihadapi, sekaligus menyiapkan siswa menjadi generasi yang lebih cakap dan kritis dalam menghadapi era digital.

Menuju Internasionalisasi MA KHAS Kempek

Dalam rapat ini, hasil studi banding ke MAN 2 Malang juga disoroti sebagai upaya MA KHAS Kempek untuk mencapai standar pendidikan bertaraf internasional. KH. Ahmad Zeni Dahlan menyatakan bahwa MA KHAS memiliki visi besar untuk terus maju dengan membawa nilai-nilai keislaman yang kuat. Studi banding ini diharapkan dapat membuka jalan bagi MA KHAS dalam mencapai kesuksesan di level nasional dan internasional.

Dengan evaluasi komprehensif yang dilakukan pada PKG dan PKKM tahun 2024, MA KHAS Kempek berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperbaiki kekurangan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa serta masyarakat luas.

Bagikan:

Jangan Lewatkan Berita Terbaru

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan update berita dan informasi terkini dari MA KHAS Kempek